Diadukan ke Bareskrim, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh Besar NU Ngarang Kitab!
JOMBANG – Polemik antara Gus Lilur dan Gus Kikin memasuki babak baru. Menanggapi laporan polisi ke Bareskrim atas tuduhan fitnah, Gus Lilur justru melontarkan tantangan terbuka yang lebih berat: mengarang kitab kuning di arena Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang.
"Dalam rangka pembuktian ucapan saya di podcast LP3ES, saya tantang ngarang kitab di ARENA MUKTAMAR NU 4 orang," ujar Gus Lilur dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026) .
Empat Tokoh yang Ditantang
Empat tokoh NU yang mendapat tantangan ini adalah:
- KH Miftachul Akhyar — Rais Aam PBNU
- KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) — Pengasuh Tebuireng
- Saifullah Yusuf (Gus Ipul) — Menteri Sosial RI
- Nusron Wahid — Menteri ATR/BPN
"Saya tantang ngarang kitab di ARENA MUKTAMAR NU 4 orang, 1. Miftahul Akhyar 2. Gus Kikin 3. Saifullah Yusuf 4. Nusron Wahid," tulis Gus Lilur .
Bukan Sekadar Baca, Tapi Karang Kitab!
Berbeda dengan isu sebelumnya yang hanya menyebut "baca kitab kuning", tantangan Gus Lilur kali ini lebih berat. Ia menantang keempat tokoh untuk mengarang kitab di arena Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang.
Langkah ini diambil sebagai upaya pembuktian faktual atas pernyataannya bahwa Gus Kikin tidak bisa ngaji, yang kini menjadi dasar laporan polisi ke Bareskrim Polri .
Syarat Moral: Jika Tak Bisa, Mondok di Tambakberas!
Gus Lilur juga menyertakan konsekuensi moral yang tegas :
📌 Syarat Gus Lilur
"Jika terbukti tidak bisa ngaji, saya meminta secara hormat agar mereka bersedia menjadi santri dan belajar di Pesantren Tambakberas—lokasi Muktamar NU—hingga benar-benar menguasai keilmuan tersebut," tegasnya.
Alumni Tebuireng Bantah
Pernyataan Gus Lilur mendapat respons keras dari alumni Pondok Pesantren Tebuireng. Yusuf Hidayat, alumni Tebuireng, menilai Gus Lilur tidak memahami secara utuh sosok Gus Kikin.
📌 Bantahan Alumni Tebuireng
"Menurut saya, Lilur tidak memahami sosok KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Beliau beberapa kali menulis buku dan memiliki rutinan ngaji bersama para ustaz. Saya bersaksi beliau sendiri yang membacanya," ujar Yusuf.
Hingga Kini Belum Ada Tanggapan
Sampai saat ini, keempat tokoh yang ditantang belum memberikan tanggapan resmi. Apakah mereka akan menerima tantangan ini di tengah hiruk-pikuk Muktamar?
Yang jelas, tantangan Gus Lilur ini semakin memanaskan suasana menjelang Muktamar NU ke-35. Publik menanti apakah uji "ngarang kitab" ini benar-benar akan terjadi, atau hanya sekadar drama politik di atas panggung NU.
Editor: Om Bin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar