Dicopot dari Wakil Ketua PWNU Jatim, Gus Salam Siap Tantang Gus Yahya di Muktamar

Gus Salam (kiri) dan Gus Yahya (kanan) — luka politik pemecatan kini menjadi amunisi di Muktamar. (Foto: Istimewa)

JOMBANG – Kisruh internal NU kembali memanas jelang Muktamar ke-35 di Tambakberas. Kali ini, nama KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam menjadi sorotan.

Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang dan cucu KH Bisri Syansuri (salah satu pendiri NU) ini memiliki luka politik yang sama dengan KH Marzuki Mustamar. Gus Salam pernah dicopot dari jabatan Wakil Ketua PWNU Jatim oleh PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya.

Dicopot PBNU

Pada 8 Agustus 2023, PBNU menerbitkan surat pemecatan Gus Salam dari jabatan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur. Surat bernomor 831/PB.03/A.I.03.44/99/08/23 itu ditandatangani Ketua PBNU dan Wakil Sekjen PBNU.

Alasan pemecatan: Gus Salam terlibat dalam kelompok yang menggugat PBNU ke pengadilan terkait penunjukan struktur kepengurusan PCNU Jombang. PBNU menilai langkah itu melanggar AD/ART organisasi.

Siap Balas

Setelah tersingkir, Gus Salam tak diam. Ia justru bergerak masif. Kini, ia menjadi salah satu kandidat kuat Ketum PBNU. Bukan sekadar ikut, tapi siap membalas perlakuan dengan menantang langsung petahana yang pernah memecatnya, Gus Yahya.

Gus Salam mengklaim telah mengantongi dukungan dari lebih dari 60 persen pemilik suara. Ia menyambangi 30 PWNU dan lebih dari 470 PCNU seluruh Indonesia.

📌 Restu Kiai Sepuh

Keputusan maju diambil setelah menerima perintah langsung (dawuh) dari KH Nurul Huda Djazuli, sesepuh Pesantren Al Falah Ploso Kediri, serta dorongan para kiai dari berbagai daerah. Gagasan yang ia bawa: rekonsiliasi total dan menghidupkan kembali ruh perjuangan pendiri NU.

Pola yang Sama dengan Marzuki Mustamar

Kasus Gus Salam mengingatkan kita pada KH Marzuki Mustamar. Keduanya sama-sama dicopot dari PWNU Jatim oleh PBNU di era Gus Yahya, dan kini sama-sama menjadi kandidat yang menantang petahana.

Narasi ini sangat kuat: "Mereka yang dulu disingkirkan, kini kembali untuk membuktikan diri."

Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, 27-31 Agustus 2026, akan menjadi ajang pembuktian bagi Gus Salam. Apakah ia mampu membalikkan keadaan dan menggantikan Gus Yahya, ataukah langkahnya hanya sekadar perlawanan tanpa hasil.

Satu hal yang pasti: luka politik akibat pemecatan dulu kini menjadi amunisi utama Gus Salam untuk merebut takhta PBNU.

Editor: Om Bin

Informasi dan berita terkini seputar Jombang dan sekitarnya : jombangasli.com

Lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📰 ARSIP ARTIKEL

JOMBANGASLI.COM — Media Asli Jombang Mencerahkan

    DIrgahayu Korem
    Logo PT INews Global Indonesia