Ketua LBH PP Pagar Nusa: Pesilat Korban, Bukan Pelaku Kerusuhan
JOMBANG – Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Dr. Ahmad Muzakka, S.H., M.H., menegaskan bahwa para pesilat Pagar Nusa adalah korban, bukan pelaku kerusuhan dalam rentetan bentrokan yang terjadi pasca acara Ijazah Kubro di Tambak Beras, pada Sabtu malam (15/8/2026).
Penegasan ini disampaikan dalam pertemuan pengurus Pagar Nusa Jombang dengan Ketua LBH PP Pagar Nusa dan para guru besar yang digelar di Pondok Pesantren Al Bhisri, Denanyar, Jombang, Selasa (18/8/2026). Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Gus Afif, Gus Suprapto, dan Gus Idris.
PN Korban Penghadangan Terencana
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, para peserta Ijazah Kubro dihadang oleh sekelompok orang bersenjata tajam dan tumpul saat dalam perjalanan pulang ke daerah masing-masing. Penghadangan terjadi di sejumlah titik sesuai jalur yang dilalui peserta, seperti arah Jombang-Kediri, Lamongan, Nganjuk, dan lainnya.
"Penghadangan ini terkesan direncanakan. Di setiap titik, para penyerang sudah menunggu dengan membawa senjata tumpul, samurai, bom molotov, hingga senjata angin," ujar salah satu pengurus yang hadir dalam pertemuan.
📌 Pernyataan Ketua LBH PP Pagar Nusa
"Kami menegaskan bahwa pesilat Pagar Nusa adalah korban, bukan pelaku. Mereka dihadang dan diserang saat hendak pulang. Langkah hukum saat ini kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki, sambil kami terus mengumpulkan data korban dan bukti-bukti."
18 Korban, 2 Meninggal, Data Masih Bertambah
Berdasarkan data sementara yang dihimpun PW Pagar Nusa Jatim, tercatat 18 korban dari Kediri, Tuban, Lamongan, dan Nganjuk. Dua orang di antaranya meninggal dunia, yaitu Ahmad Farhan Assidiq (Tuban) dan Alfaruq Jibril Sakti (Lamongan).
Namun, jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah karena masih banyak korban yang belum melapor ke pengurus.
⚠️ Fakta di Lapangan
Ada fakta penting yang mencuat: korban meninggal dilaporkan polisi sebagai kecelakaan lalu lintas (laka), namun berdasarkan keterangan warga dan orang tua korban, faktanya adalah penyerangan. Hal ini menjadi sorotan serius dalam kasus ini.
Polisi Terkesan Membiarkan, Gus Idris Menangis
Dalam pertemuan tersebut, juga disoroti tindakan petugas kepolisian yang terkesan membiarkan dan tidak mampu mengatasi situasi chaos di lapangan. Meskipun ada pengawalan, serangan tetap terjadi di beberapa titik.
Suasana haru menyelimuti pertemuan ketika KH Muhammad Idris (Gus Idris), Ketua Paguyuban Pencak Silat Jombang sekaligus Guru Pagar Nusa, menangis mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib anak-anak didiknya yang menjadi korban. Gus Suprapto, Guru PN Pagar Nusa Tapak Geni, juga menyatakan akan mengawal kasus ini sampai ada tindakan nyata dari kepolisian.
Langkah Hukum: Jika Muktamar Tiba, Kasus Naik ke Polda
Dr. Ahmad Muzakka menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih memberi ruang kepada kepolisian. Namun, ia memberi peringatan:
📌 Peringatan LBH PP Pagar Nusa
"Jika sampai dengan acara Muktamar NU nanti polisi tidak menyingkap fakta sebenarnya dan tidak melakukan penindakan, maka kami akan melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Timur."
Dengan bukti-bukti yang sudah terkumpul, seperti video, foto, keterangan saksi, dan kesaksian korban, Pagar Nusa optimis kasus ini dapat terungkap. Mereka berharap keadilan ditegakkan dan pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Sumber: Tim Jombangasli.com
Editor: Om Bin Varadis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar