KH Miftachul Akhyar Beri Isyarat Mundur, Bursa Rais Aam NU Makin Terbuka Lebar
JOMBANG – Jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang, 27-31 Agustus 2026, isyarat dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengubah peta persaingan di bursa kepemimpinan tertinggi NU.
Dalam sebuah video yang beredar, Kiai Miftach menyampaikan isyarat bahwa dirinya tidak akan maju lagi sebagai Rais Aam.
📌 Pernyataan Kiai Miftach
"Ah kalau saya sih nggak ada masalah, sampean kritik, bahkan sampean bully sampean apa nggak ada masalah. Sampean suruh turun dari oleh Islam, sekarang saya turun. Tapi kan ada mekanismenya. Ya nanti lah kalau sudah anu, ojo dipilih. Dan saya memang sudah niat, sepertinya saya itu nggak bisa melanjutkan lagi, ingin kembali kepada umat, ah itu ya."
Pernyataan ini langsung memicu spekulasi: akankah Kiai Miftach benar-benar mundur? Dan siapa yang akan menggantikannya?
Jalan Terbuka bagi Nama Baru
Isyarat Kiai Miftach ini memperkuat narasi bahwa posisi Rais Aam PBNU akan diisi oleh sosok baru. Beberapa nama mulai menguat dalam bursa ini:
- KH Said Aqil Siraj — mantan Ketua Umum PBNU dua periode, dinilai memiliki modal pengalaman, kemampuan konsolidasi, dan rekam jejak dalam menangani berbagai persoalan internal.
- KH Nurul Huda Djazuli (Mbah Yai Da) — pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso, Kediri, disebut sebagai "isyarat langit" dari para kiai sepuh. Sosok ini dinilai sebagai ulama sepuh yang Alim, Faqih, Zahid, dan penuh keteladanan.
- KH Ma'ruf Amin — Wapres RI, juga masuk dalam bursa dengan modal pengalaman kepemimpinan dan kapasitas keulamaan yang diakui secara nasional.
Konflik yang Membayangi
Isyarat mundur Kiai Miftach ini tidak lepas dari konflik internal yang memanas pada akhir 2025. Saat itu, Rais Aam meminta Gus Yahya mundur dan menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketua Umum. Pengamat menilai, jika Kiai Miftach kembali maju, dikhawatirkan akan memperuncing perbedaan dan memunculkan konflik baru.
Mekanisme AHWA
Keputusan final tetap di tangan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang akan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026. AHWA adalah forum sembilan ulama senior yang memiliki wewenang memilih dan mengesahkan Rais Aam PBNU.
📌 Nama yang Menguat
- KH Said Aqil Siraj — Eks Ketum PBNU, pengalaman konsolidasi
- KH Nurul Huda Djazuli — Pengasuh Al-Falah Ploso, "isyarat langit" kiai sepuh
- KH Ma'ruf Amin — Wapres RI, kapasitas nasional
- KH Miftachul Akhyar — Petahana, memberi isyarat mundur
Siapa yang Akan Menang?
Dengan terbukanya bursa Rais Aam, pertarungan kini semakin menarik. Apakah KH Said Aqil Siraj dengan modal konsolidasi dan pengalamannya, KH Nurul Huda Djazuli dengan "isyarat langit" dari para kiai sepuh, atau KH Ma'ruf Amin dengan pengalaman nasionalnya yang akan terpilih?
Yang pasti, Muktamar ke-35 NU di Tambakberas akan menjadi panggung penentu arah kepemimpinan spiritual NU untuk lima tahun ke depan.
Editor: Om Bin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar