KH Zulfa Mustofa: Konflik Lama yang Menghantui Gus Yahya di Muktamar
JOMBANG – Di tengah hiruk-pikuk bursa calon Ketua Umum PBNU, satu nama membawa beban konflik masa lalu yang tak mudah dilupakan: KH Zulfa Mustofa. Ia adalah sosok yang pernah ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU menggantikan Gus Yahya, namun proses pengangkatannya sarat kontroversi dan hingga kini masih membekas di tubuh NU. Di Muktamar ke-35 ini, ia kembali mencalonkan diri, membawa serta luka politik yang belum sembuh.
Konflik memuncak pada akhir 2025. Berawal dari rapat Syuriyah PBNU pada 20 November 2025 yang memutuskan agar Gus Yahya mundur. Karena Gus Yahya menolak, Rais Aam KH Miftachul Akhyar secara resmi memberhentikannya pada 26 November 2025. Dua hari kemudian, Gus Yahya membalas dengan memberhentikan Sekjen Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Puncaknya, pada 9 Desember 2025, Rais Aam menggelar rapat pleno di Hotel Sultan, Jakarta, dan menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketua Umum PBNU hingga Muktamar 2026.
"Ketum Ilegal" dan Bantahan Restu
Langit langsung mendung. Gus Yahya menyatakan rapat pleno itu tidak sah karena hanya melibatkan unsur Syuriyah, tanpa melibatkannya sebagai Ketua Umum yang sah, dan dianggap melanggar AD/ART. Situasi semakin runyam dengan munculnya isu "restu palsu". Zulfa Mustofa mengklaim telah mendapat restu dari pamannya, Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin. Klaim ini dibantah keras oleh keluarga Ma'ruf Amin. Putri Ma'ruf Amin, Siti Haniatunnisa, menyatakan pernyataan tersebut tidak benar dan pihak keluarga merasa terganggu karena nama Ma'ruf Amin dicatut. Ini mencoreng legitimasi pengangkatannya sejak awal.
Dua Visi di Atas Panggung yang Sama
Kini, Zulfa Mustofa maju di Muktamar dengan membawa narasi "pemersatu". Ia hadir sebagai figur yang diharapkan bisa mengakhiri konflik, bukan memperpanjangnya. Namun di sisi lain, Gus Yahya hadir sebagai petahana yang menganggap langkah Zulfa sebagai "kudeta" yang tidak sah. Bagi pendukung Gus Yahya, Zulfa Mustofa adalah simbol "pengkhianatan prosedur" yang mengancam marwah organisasi.
Luka yang Membekas, Narasi yang Bertahan
Zulfa Mustofa maju di Muktamar dengan beban berat. Ia adalah tokoh yang pernah "menggantikan" Gus Yahya secara kontroversial dan namanya masih terhubung erat dengan periode kelam konflik internal NU. Nasibnya di Muktamar akan sangat ditentukan oleh bagaimana para pemilik suara memandang peristiwa pahit di penghujung 2025: apakah sebagai langkah penyelamatan organisasi, atau sebagai sebuah pelanggaran yang tak termaafkan.
Sumber: Tim Jombangasli.com
Editor: Om Bin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar