Kuda Hitam KH Imam Jazuli Ancaman Bagi Gus Kikin & Gus Yahya

KH Imam Jazuli — kuda hitam yang mengancam Gus Kikin dan Gus Yahya di Muktamar NU ke-35. (Foto: Istimewa)

JOMBANG – Bursa calon Ketua Umum PBNU jelang Muktamar ke-35 di Tambakberas semakin panas. Dua nama besar, Gus Yahya dan Gus Kikin, selama ini dianggap sebagai pesaing utama. Namun, survei terbaru mengejutkan: nama KH Imam Jazuli justru muncul sebagai kuda hitam yang mengancam keduanya.

Dalam survei yang dilakukan oleh Insantara, KH Imam Jazuli berada di posisi teratas dengan elektabilitas 43,1 persen. Angka ini jauh melampaui Gus Yahya yang hanya meraih 2,6 persen. Survei ini menjadi peringatan bahwa poros utama yang selama ini digadang-gadang bisa saja digoyahkan oleh figur alternatif dari Cirebon.

KH Imam Jazuli: Kuda Hitam yang Mengguncang Peta Kekuatan

KH Imam Jazuli adalah pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) di Cirebon. Ia juga dikenal sebagai figur yang dekat dengan KH Said Aqil Siraj. Pertemuan keduanya pada Juni 2026 lalu disebut-sebut sebagai awal mula terbentuknya poros Cirebonan. Analis politik Dr. Husain Sanusi menilai pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan ada skenario "barter politik" di dalamnya.

Dukungan untuk Imam Jazuli juga datang dari berbagai kalangan. Ia disebut sebagai figur yang mampu menjadi penengah antara dua kubu besar yang selama ini berseteru. Di tengah konflik antara Gus Yahya dan Gus Kikin, kehadiran Imam Jazuli menjadi opsi alternatif bagi mereka yang lelah dengan pertarungan elit.

Keunggulan Imam Jazuli

Imam Jazuli memiliki keunggulan sebagai figur yang tidak terlalu terkait dengan kontroversi. Ia tidak terseret isu konsesi tambang yang membayangi Gus Yahya, dan juga tidak dianggap sebagai "calon titipan" seperti yang dialamatkan ke Gus Kikin. Ini membuatnya lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan di NU.

Namun, tantangan bagi Imam Jazuli tetap besar. Mekanisme pemilihan Ketum PBNU membutuhkan dukungan dari PCNU dan PWNU. Ia harus mampu mengkonversi elektabilitasnya menjadi dukungan nyata di tingkat akar rumput. Tanpa mesin politik yang kuat, posisinya sebagai kuda hitam bisa saja hanya menjadi wacana.

📌 Survei Insantara

  • KH Imam Jazuli: 43,1%
  • Gus Rozin: 16,9%
  • Gus Yusuf: 12,7%
  • Nasaruddin Umar: 11,5%
  • Gus Kikin: 6,5%
  • Gus Salam: 5,3%
  • Gus Yahya: 2,6%

Apa Arti Survei Ini?

Survei Insantara bukan prediksi akhir, melainkan potret aspirasi warga NU pada Juli 2026. Mekanisme pemilihan di Muktamar sangat bergantung pada pemilik suara, sehingga dinamika bisa berubah hingga detik-detik terakhir. Namun satu hal yang jelas: ada keinginan kuat untuk perubahan. Posisi petahana yang rendah mencerminkan preferensi pada figur-figur baru.

Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, 27-31 Agustus 2026, akan menjadi ajang pembuktian bagi Imam Jazuli. Apakah ia benar-benar akan menjadi ancaman serius bagi Gus Kikin dan Gus Yahya, atau hanya sekadar penantang yang tidak cukup kuat.

Editor: Om Bin

Informasi dan berita terkini seputar Jombang dan sekitarnya : jombangasli.com

Lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📰 ARSIP ARTIKEL

JOMBANGASLI.COM — Media Asli Jombang Mencerahkan

    DIrgahayu Korem
    Logo PT INews Global Indonesia