Subsidi Rp17 Juta dengan Syarat Kloter, 200 Jamaah Umrah Jombang Pilih Batal dan Tuding Travel Tipu

Bukti paspor dan dokumen perjalanan yang disiapkan travel (kiri) dan para jamaah umrah yang berkumpul di Masjid Agung Jombang (kanan). (Foto: Istimewa)

JOMBANG — Polemik gagal berangkatnya ratusan calon jemaah umrah asal Jombang yang mencuat akhir Agustus 2026 terus bergulir. Di tengah narasi penipuan yang berkembang, fakta lain justru terungkap: dokumen perjalanan lengkap, tiket dan visa sudah siap, namun jemaah memilih tidak berangkat karena menuntut satu pesawat.

Kasus ini bermula ketika sekitar 200 jemaah binaan KBIHU Muslimat NU Jombang berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin, Jombang, Minggu dini hari (30/8/2026). Mereka telah melunasi biaya umrah sekitar Rp33 juta per orang. Namun, suasana ricuh saat perwakilan travel mengumumkan hanya sebagian yang bisa berangkat hari itu.

Klarifikasi Travel: Dokumen Lengkap, Jamaah Tidak Datang

Pihak travel, PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group), menyampaikan klarifikasi melalui dua video yang beredar. Video pertama dari tim travel di Bandara Juanda menyatakan semua dokumen sudah siap.

"Visa, tiket sudah issue semua. Namun jamaah tidak hadir di Juanda," ujar perwakilan tim dalam rekaman.

Video kedua langsung dari Direktur Utama PT Annisa Ahmada Travelindo, Erni Khairunnisa. Dengan tegas ia membantah tuduhan penipuan.

📌 Pernyataan Dirut Erni Khairunnisa

"Tidak ada jamaah yang gagal berangkat karena ditipu travel. Tiket sudah issue, visa sudah issue, hotel sudah booking. Jamaah yang tidak mau berangkat karena ingin satu pesawat. Kami hormati keputusan jamaah yang memilih tidak berangkat. Tapi kami tidak membatalkan. Mereka sendiri yang memutuskan. Semua berita tentang gagal berangkat adalah hoax."

Akar Masalah: Subsidi dan Sistem Kloter

ITS Group memiliki program umrah bersubsidi khusus untuk guru ngaji dan tenaga pendidik. Harga normal Rp27,5-33 juta bisa ditekan hingga Rp17,5 juta per orang. Program ini pernah sukses memberangkatkan ratusan guru TPQ pada 2025.

Namun di balik subsidi besar, ada konsekuensi: tiket dibeli dengan skema kuota per base (kelompok harga). Pemberangkatan dilakukan bertahap, tidak bisa serentak. Sistem kloter ini sudah dijelaskan, tapi jamaah menolak dan ngotot semua harus naik pesawat yang sama.

Kronologi di Hari Keberangkatan

Para jemaah mulai berkumpul sejak pukul 01.00 WIB di Masjid Agung Baitul Mukminin. Sekitar pukul 02.30 WIB, perwakilan travel mengumumkan hanya 40 orang yang bisa berangkat hari itu. Jemaah marah dan menolak skema pemberangkatan bertahap.

Situasi semakin panas saat perwakilan travel menyebut dana pembayaran "habis" tanpa penjelasan rinci. Isu ini kemudian menjadi bahan utama narasi "penipuan" di media sosial. Ditambah lagi kabar bus sewaan belum dibayar dan visa yang katanya baru diberikan di bandara.

Namun dari sisi travel, mereka telah menyiapkan tiket, visa, dan hotel. Tim travel sudah berada di Bandara Juanda dan menunggu jemaah. Yang terjadi justru jemaah memilih tidak datang ke bandara karena tuntutan satu pesawat tidak terakomodir.

Kesimpulan

Fakta di lapangan menunjukkan bukan travel yang menggagalkan keberangkatan. Dokumen lengkap. Perwakilan sudah di bandara. Yang batal justru jamaah karena menuntut berangkat bareng dalam satu pesawat — sesuatu yang tidak mungkin dengan sistem tiket kloter.

Apakah travel bebas dari kesalahan? Tentu tidak. Komunikasi yang buruk dan pernyataan "dana habis" tanpa penjelasan adalah kelalaian serius. Namun menuduh penipuan tanpa bukti kuat adalah langkah berlebihan.

Kasus ini menjadi pembelajaran: ibadah umrah bukan sekadar niat dan biaya, tapi juga butuh literasi, komunikasi, dan saling pengertian antara travel dan jamaah. Jangan sampai niat suci berakhir ricuh karena kesalahpahaman. (*)

Editor: Om Bin

🎥 Video Klarifikasi Erni Khairunnisa

Video klarifikasi Erni Khairunnisa, Direktur Utama PT Annisa Ahmada Travelindo.
Informasi dan berita terkini seputar Jombang dan sekitarnya : jombangasli.com

Lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📰 ARSIP ARTIKEL

JOMBANGASLI.COM — Media Asli Jombang Mencerahkan

    DIrgahayu Korem
    Logo PT INews Global Indonesia