Pasar Bareng Jombang Sepi Pengunjung, Pedagang Salahkan Persaingan Online

Suasana Pasar Bareng di Kabupaten Jombang belakangan ini terlihat memprihatinkan. Aktivitas jual beli yang dulu selalu ramai sejak pagi hari kini mulai menyusut drastis. Pantauan tim Jombangasli.com di lapangan menunjukkan, pasar yang buka mulai pukul 06.00 WIB itu sudah mulai lengang saat memasuki pukul 09.00 WIB. Lapak-lapak pedagang banyak yang kosong tanpa pembeli, hanya deretan barang dagangan yang tertata rapi tanpa ada yang melirik.

Kondisi ini bukan hanya terjadi sesekali, tetapi sudah berlangsung cukup lama dan dirasakan oleh hampir seluruh pedagang di pasar tersebut. Para pedagang mulai resah karena omzet yang terus menurun dari hari ke hari. Mereka mengaku sulit bertahan jika kondisi ini terus berlanjut tanpa ada perubahan signifikan.

Salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, sepinya pengunjung sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir.

"Ya sepi mas. Sekarang orang lebih milih belanja online. Dari jam 6 buka, jam 9 sudah sepi. Dulu sampai jam 12 masih ramai," ujarnya saat ditemui di lapaknya, Selasa (29/7/2026). Ia juga menambahkan bahwa sepinya pembeli tidak hanya disebabkan oleh persaingan online, tetapi juga karena daya beli masyarakat yang menurun.

Daya Beli Masyarakat yang Melemah

Selain persaingan dengan platform belanja online, faktor lain yang turut mempengaruhi sepinya Pasar Bareng adalah menurunnya daya beli masyarakat. Beberapa pedagang mengungkapkan bahwa pengeluaran masyarakat saat ini lebih difokuskan pada kebutuhan pokok, sementara belanja di pasar tradisional untuk kebutuhan sekunder mulai ditinggalkan.

"Sekarang orang lebih pilih belanja kebutuhan sehari-hari di warung terdekat atau lewat online. Kalau ke pasar, cuma buat belanja mingguan," ujar pedagang lainnya. Fenomena ini diperparah dengan adanya tawaran diskon besar-besaran dari platform e-commerce yang membuat masyarakat tergiur berbelanja secara digital.

Dampak pada Omzet Pedagang

Berkurangnya pembeli berdampak langsung pada omzet para pedagang. Banyak dari mereka mengaku hanya bisa bertahan dengan penjualan seadanya. Sebagian bahkan terpaksa mengurangi jumlah barang dagangan agar tidak terlalu banyak modal yang tertahan.

"Dulu bisa jualan sampai Rp500.000 per hari, sekarang kadang cuma Rp100.000. Itu pun kalau laku. Kalau begini terus, kami bingung mau bertahan sampai kapan," keluh seorang pedagang sembari menatap lapaknya yang sepi.

Harapan Pedagang untuk Pemulihan

Melihat kondisi ini, pihak pengelola pasar bersama pemerintah daerah diharapkan segera berkontribusi mencari solusi. Diperlukan strategi agar Pasar Bareng kembali ramai dan bisa bersaing dengan perkembangan jual beli online yang semakin masif.

Pedagang berharap ada langkah nyata seperti penataan ulang kios, promosi rutin, hingga event-event tertentu yang bisa menarik kembali minat masyarakat untuk berbelanja langsung ke pasar tradisional. Beberapa pedagang juga mengusulkan adanya program pelatihan digital marketing agar mereka bisa menjual produk secara online sekaligus tetap mempertahankan lapak fisik.

📌 Kondisi Terkini

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Pasar Bareng terkait rencana tindak lanjut. Namun, para pedagang berharap pemerintah daerah dan pengelola pasar segera bergerak cepat sebelum kondisi semakin parah.

Pasar tradisional seperti Pasar Bareng memiliki peran penting dalam perekonomian lokal. Selain sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli, pasar juga menjadi sumber penghidupan bagi puluhan bahkan ratusan pedagang dan keluarganya. Jika tidak ada upaya serius untuk menghidupkan kembali pasar ini, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para pedagang, tetapi juga oleh perekonomian masyarakat Jombang secara keseluruhan.

Ditulis oleh: Tim Redaksi Jombangasli.com

Informasi dan berita terkini seputar Jombang dan sekitarnya : jombangasli.com

Lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📰 ARSIP ARTIKEL

JOMBANGASLI.COM — Media Asli Jombang Mencerahkan

    DIrgahayu Korem
    Logo PT INews Global Indonesia