Bentengi Kecurangan Muktamar, Kiai Asep Serukan Hizib Nashor
JOMBANG – Di tengah maraknya isu politik uang dan praktik transaksional jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, KH Asep Saifuddin Chalim menyerukan benteng spiritual untuk melawan kecurangan.
Seruan itu berupa pembacaan Hizib Nashor, doa karangan Imam Abu Hasan Asy-Syadzili yang dikenal ampuh melawan kezaliman.
Bashirah, Bukan Bisyarah
Ketua Umum Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya itu menegaskan bahwa Muktamar harus berjalan berdasarkan hati nurani dan kebenaran, bukan transaksi.
📌 Seruan Kiai Asep
"Bashirah, mata hati, kebenaran, nurani. Bukan bisyarah yang sekarang sudah diisukan ada yang 50 juta, ada yang 10.000 dollar."
Seruan ini disampaikan dalam acara Dialog Publik Transformasi–Orientasi Kepemimpinan Nahdlatul Ulama Abad II di Aula JKSN, kompleks Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Surabaya, pada Rabu (12/8/2026).
Benteng Kecurangan Muktamar
Menurut Kiai Asep, NU harus kembali ke khittahnya sebagai organisasi yang dipimpin dan dikawal oleh ulama, bukan oleh oknum dengan kepentingan pribadi. Ia mengingatkan agar Muktamar jangan menjadi arena transaksi kekuasaan.
📌 Tegasan Kiai Asep
"Mohon pelaksanaan muktamar bisa terselenggara dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh ada riswah."
Ia juga mengungkap pengalaman pahitnya dalam Muktamar sebelumnya.
📌 Pengalaman Pahit
"Kemudian jangan sampai ada pemilihan, yang memilih bukan orangnya. Ini pernah terjadi ketika di Jombang dulu. Yang nyoblos itu bukan orang yang ada di luar-luar itu suruh masuk terus nyoblos," bebernya.
Hizib Nashor, Doa Melawan Kezaliman
Bacaan Hizib Nashor dianjurkan dibaca istiqamah mulai jelang Muktamar hingga tiga bulan setelahnya. Kiai Asep berharap doa ini menjadi benteng yang melindungi NU dari praktik kecurangan dan intervensi kekuasaan.
📌 Pesan Kiai Asep
"NU harus dikendalikan oleh ulama, jangan diatur oleh anak-anak muda yang berapa jumlahnya, berapa segelintir, kemudian mereka mengendalikan muktamar dengan kedzaliman-kedzaliman," pungkasnya.
Dengan seruan Hizib Nashor ini, Kiai Asep mengajak seluruh warga NU untuk berdoa agar Muktamar berjalan bersih, bermartabat, dan bebas dari intervensi politik serta praktik transaksional.
Sumber: Dialog Publik JKSN, Tim Jombangasli.com
Editor: Om Bin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar