Korban Serangan Pada Pagar Nusa di Jombang: Dipukul Kayu, Teman Tewas
JOMBANG – Ahmad Mursali (16), warga Kecamatan Pelupang, Kabupaten Tuban, menjadi salah satu korban selamat dalam insiden konvoi Pagar Nusa di Jombang. Dalam sebuah video yang beredar, ia menceritakan secara gamblang kronologi penyerangan yang menimpa dirinya dan teman-temannya, yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Dengan wajah penuh luka, Mursali memulai kesaksiannya dengan menyebut temannya yang meninggal, Farhan. Ia juga menyebut dua teman lainnya, Ali dan Wildan, yang turut menjadi korban dalam kejadian tersebut.
Kesaksian Ahmad Mursali
📌 Kutipan Kesaksian
"Kejadiannya di pabrik boneka di Jombang. Di situ saya dikepung sama oknum atau organisasi lain. Di situ saya ingin putar balik ke pondok, mau mengamankan diri, dan meloloskan diri. Di situ saya menerobos kebunan dan melarikan diri, itu sudah lolos."
Dihadang dan Dipukul dengan Kayu
Mursali melanjutkan bahwa setelah berhasil melarikan diri dan melewati jembatan kapur, ia dan teman-temannya kembali dihadang oleh oknum yang sudah menunggu. Dalam kondisi yang mencekam, mereka diserang dengan kekerasan.
📌 Kutipan Kesaksian
"Saya pas posisi, pas posisi banter, ini kok ingin menghindari orang yang ingin melukai saya. Ini kok di tengah-tengah jalan sudah bersiap-siap untuk memukul saya dan almarhum. Nah, lepas lewat niku, langsung di— langsung dipukul sama kayu bengkokan itu sampai pecah."
Pukulan kayu yang keras membuat Farhan oleng dan jatuh ke parit yang penuh air. Sementara Mursali sendiri terjatuh dan tertindih sepeda motornya.
Minta Tolong dan Dirawat di RS
Dalam kondisi terkapar dan kesakitan, Mursali berusaha bangkit dan meminta tolong kepada siapa pun yang ada di sekitar. Warga sekitar kemudian menolongnya dan membantu mengangkat teman-temannya untuk segera dilarikan ke rumah sakit.
📌 Kutipan Kesaksian
"Niko saya ingin meloloskan diri kan, terus saya naik ke atas mau minta tolong ke siapapun. Terus ditulungi sama warga. Itu saya langsung minta tolong teman-teman saya yang dibawa untuk diangkat, mau ke rumah sakit. Terus diangkat, nah terus diantar ke rumah sakit Plosoniku."
Harapan Korban: Pelaku Segera Ditangkap
Di akhir kesaksiannya, Mursali memohon kepada pengurus Pagar Nusa Jawa Timur dan Pusat untuk membantu dan memperhatikan nasib para korban. Ia berharap para pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.
📌 Kutipan Kesaksian
"Dan demikian mohon maaf, untuk pengurus Pagarnusa Jawa Timur dan pengurus Pagarnusa Pusat, kami dibantu, dan kami dibantu dan diperhatikan agar para pelaku cepat tertangkap. Terima kasih."
📍 Kesimpulan
Kesaksian Ahmad Mursali menjadi bukti nyata kekerasan yang dialami para santri Pagar Nusa dalam perjalanan pulang usai acara Ijazah Kubro. Dengan wajah penuh luka, ia menyampaikan kronologi yang menggambarkan penghadangan terencana, pengeroyokan dengan senjata tumpul, dan upaya melarikan diri yang gagal hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Sumber: Video kesaksian Ahmad Mursali
Editor: Om Bin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar