MBG Jadi Malapetaka! 256 Siswa dan Guru SMPN 1 Kabuh Keracunan Massal, Udang Saus Padang Jadi Tersangka!
JOMBANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai program unggulan Presiden Prabowo Subianto kembali memakan korban. Kali ini, giliran 256 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh, Jombang yang harus menderita setelah menyantap menu udang saus padang dalam program tersebut pada Rabu (2/9/2026).
Keracunan massal ini bermula saat para siswa dan guru menyantap menu MBG yang disuplai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan sekitar pukul 11.30 WIB. Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, udang saus padang, tahu susu, tumis wortel, sawi putih dan brokoli, serta buah pepaya.
Sejumlah siswa mengaku mencium bau tak sedap dari udang yang disajikan. Seorang siswi kelas IX berinisial A mengungkapkan, "Baunya enggak enak banget, udangnya." Siswa lainnya, Teofilus Darihan Prasasti, menambahkan bahwa udang tersebut berbau amis dan tidak segar.
Gejala Muncul Bertahap, Korban Mewabah
Yang membuat kasus ini menarik, gejala keracunan tidak langsung muncul setelah konsumsi. Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, menjelaskan bahwa baru pada Kamis pagi (3/9/2026) para siswa mulai berdatangan dengan keluhan sakit perut, mual, muntah, dan diare.
Dokter Puskesmas Kabuh, dr Aditya Bimantara, mengungkapkan keluhan dominan adalah perut melilit hebat hingga beberapa siswa tidak bisa menahan rasa sakit. "Sebanyak 7 siswa harus kami infus dan rawat inap karena tidak bisa menahan nyeri perutnya," ungkapnya.
Total korban yang berhasil divalidasi Dinas Kesehatan Jombang mencapai 256 orang, terdiri dari 81 siswa dan 4 guru yang berobat ke fasilitas kesehatan, serta 175 lainnya yang memilih berobat mandiri.
📌 Data Korban
- Total korban: 256 siswa dan guru
- Dirawat inap: 7 siswa
- Rawat jalan di puskesmas: 74 orang
- Berobat mandiri: 175 orang
- Guru terdampak: 4 orang
Klaim Kontroversial SPPG: "Udang Masih Segar"
Kepala SPPG Mangunan, Chakra Risky Fortuna, buka suara terkait insiden ini. Ia menduga udang saus padang menjadi penyebab keracunan, namun dengan pernyataan kontroversial: "Udangnya sendiri waktu dimasak tidak bau. Masih segar," klaimnya.
Chakra juga melontarkan pertanyaan menggelitik: "Kenapa cuma SMPN 1 Kabuh yang mengalami keracunan, padahal SPPG Mangunan menyuplai 2.899 porsi untuk 19 sekolah?" Pernyataan ini justru memicu pertanyaan baru: apakah ada yang salah dengan porsi untuk SMPN 1 Kabuh?
Investigasi Masih Berjalan
Dinas Kesehatan Jombang telah mengambil sampel makanan dari SPPG Mangunan dan mengirimkannya ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Namun, petugas mengaku kesulitan mendapatkan sampel dari pasien karena gejala baru muncul keesokan harinya dan para siswa sudah mengonsumsi makanan lain di rumah.
Polsek Kabuh juga turun tangan melakukan penyelidikan, menelusuri jalur distribusi makanan hingga ke SPPG.
Kepala Dinkes Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, menyebut gejala yang dialami para korban mengarah pada tanda-tanda intoleransi makanan. Namun, ia belum bisa memastikan secara pasti hingga hasil laboratorium keluar.
Peringatan dari Kasus Sebelumnya
Kasus ini menambah panjang daftar dugaan keracunan MBG di Jawa Timur, menyusul insiden serupa di Sidoarjo dan Nganjuk. Pada 14 Agustus 2026, 17 siswa SDN Pabean, Sedati, Sidoarjo, dilarikan ke puskesmas usai menyantap menu MBG. Sementara pada 25 Agustus 2026, puluhan siswa di SMPN 5 Nganjuk juga menderita gejala serupa.
Masyarakat pun mulai mempertanyakan standar keamanan pangan dalam program yang menguras anggaran negara ini. Apakah ini sekadar kecelakaan atau ada masalah sistemik di balik program MBG? Publik menunggu hasil investigasi dan langkah tegas dari pemerintah. (*)
Editor: Om Bin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar