Sri Isyana Tunggawijaya: Ratu Penguasa Pertama Jawa Timur yang Bertahta di Jombang, Kecantikannya Bagai Angsa di Telaga Manasa

Ilustrasi Sri Isyana Tunggawijaya, ratu penguasa pertama Jawa Timur yang bertahta di Jombang. (Foto: Istimewa)

JOMBANG — Nama Sri Isyana Tunggawijaya mungkin jarang disebut dalam pelajaran sejarah. Tapi dialah ratu pertama yang memerintah di Jawa Timur—dan tahtanya berada di tanah yang kini kita kenal sebagai Jombang. Kecantikannya bahkan diabadikan dalam Prasasti Pucangan, disejajarkan dengan angsa suci di Telaga Manasa.

Putri Mpu Sindok

Sri Isyana Tunggawijaya adalah putri dari Mpu Sindok, pendiri Wangsa Isyana dan raja pertama Kerajaan Medang di Jawa Timur. Ketika Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada 929 Masehi, ia membangun kedaton di Tamwlang—kini Desa Tambelang, Kecamatan Tembelang, Jombang—sebelum akhirnya pindah ke Watugaluh, yang kini menjadi Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Jombang.

Di sinilah Sri Isyana Tunggawijaya tumbuh, di tengah pusat peradaban Medang Kamulan.

Ratu Penguasa Pertama Jawa Timur

Setelah Mpu Sindok wafat pada 947 Masehi, Sri Isyana Tunggawijaya naik takhta. Ia memerintah bersama suaminya, Sri Lokapala, seorang bangsawan dari Bali. Inilah momen bersejarah: untuk pertama kalinya, seorang perempuan memimpin pemerintahan di Jawa Timur.

Dalam Prasasti Pucangan yang dikeluarkan oleh Airlangga—cucu buyutnya—pemerintahan Sri Isyana Tunggawijaya dicatat dengan jelas:

"Dia yang menjadi kegembiraan tetap bagi angsa jantan para raja; memerintah sebagai ratu bergelar Sri Isanatunggawijaya."

Kecantikannya Bagai Angsa di Telaga Manasa

Prasasti Pucangan tidak hanya mencatat kekuasaannya, tapi juga memuji kecantikan dan kesucian hatinya dengan bahasa puitis yang luar biasa:

"Putrinya, jelita karena kesucian tabiatnya, berpihak pada pemeluk Buddha, ibarat seekor angsa penuh pesona karena tinggal di telaga Manasa yang suci."

Telaga Manasa dalam mitologi Hindu-Buddha adalah danau suci di puncak Gunung Kailash, tempat para dewa dan angsa suci berkumpul. Angsa di telaga itu melambangkan kemurnian, kebijaksanaan, dan keanggunan. Dengan menyamakan Sri Isyana Tunggawijaya dengan angsa di Manasa, Prasasti Pucangan menempatkannya bukan sekadar sebagai ratu, tapi sebagai sosok yang dimuliakan karena kesucian hatinya.

Warisan Pemerintahan

Dari masa pemerintahannya, tercatat Prasasti Gedangan (950 M) yang menyebutkan pemberian anugerah raja berupa Desa Bungur Lor dan Asana untuk komunitas pendeta Buddha di Bodhinimba.

Pada 977 Masehi, dibangun Petirtaan Jolotundo di lereng Gunung Penanggungan. Reliefnya menceritakan pernikahan Udayana dari Bali dengan Mahendradatta, putri dari cucu Sri Isyana Tunggawijaya. Ini menunjukkan bahwa pemerintahannya meninggalkan warisan monumental, bukan sekadar nama dalam silsilah.

Garis Keturunan yang Melahirkan Airlangga

Dari pernikahannya dengan Sri Lokapala, lahirlah Sri Makutawangsawardhana. Dari Makutawangsawardhana lahir Mahendradatta (Gunapriyadharmapatni), yang kemudian menikah dengan Udayana dari Bali.

Dari pernikahan Mahendradatta dan Udayana inilah lahir Airlangga—raja besar yang mendirikan Kerajaan Kahuripan setelah tragedi Pralaya Medang 1016 Masehi.

Jadi, Sri Isyana Tunggawijaya adalah nenek buyut dari Airlangga. Garis keturunan ini menjelaskan mengapa Airlangga memiliki legitimasi kuat untuk memerintah: ia adalah keturunan langsung dari pendiri Medang di Jawa Timur.

Mengapa Ini Penting?

Sri Isyana Tunggawijaya membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan bukan hal baru dalam sejarah Nusantara. Jauh sebelum era modern, seorang perempuan sudah memegang takhta di Jawa Timur—dan tahtanya berada di Jombang.

Kecantikannya diabadikan dalam prasasti. Kepemimpinannya tercatat dalam sejarah. Dan garis keturunannya melahirkan raja besar yang menyatukan kembali tanah Jawa.

Jombang bukan sekadar nama. Jombang adalah tanah tempat seorang ratu pernah bertahta, memimpin dengan kebijaksanaan, dan dikenang sebagai angsa suci di telaga Manasa. (*)

Penulis : Ki Ananta Prabhavasta

Informasi dan berita terkini seputar Jombang dan sekitarnya : jombangasli.com

Lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📰 ARSIP ARTIKEL

JOMBANGASLI.COM — Media Asli Jombang Mencerahkan

    DIrgahayu Korem
    Logo PT INews Global Indonesia