Mojowarno Pernah Menjadi Lokasi Kompleks Pura Raksasa Seluas 20 Hektar, Misteri Dibalik Situs Yoni Sedah
JOMBANGASLI.COM — Selama ini, Mojowarno dibaca sebagai kecamatan pinggiran. Padahal, di sana pernah berdiri Pura Prabhavasta—kompleks pura raksasa seluas 20 hektar. Bukan candi kerajaan. Pura—rumah spiritual. Dan di jantungnya, ada Yoni Sedah, yoni terbesar di Jawa Timur, yang menyimpan misteri tentang siapa yang membangunnya, dan untuk apa.
Pura Prabhavasta: Otoritas Resi, Bukan Raja
Pura Prabhavasta tidak membutuhkan prasasti kerajaan untuk berdiri. Ia membutuhkan resi. Dalam tradisi Nusantara, Rsi Markandeya adalah tokoh yang membuka lahan suci, menanam panca datu, dan membangun tempat ibadah. Maka otoritas Pura Prabhavasta adalah resi—bukan raja.
Markandeya adalah titik pertemuan tradisi Siwa dan Wisnu. Karena itu, ia bisa menyatukan dua arus spiritual. Pura yang ia bangun bukan pura untuk satu sekte. Pura untuk semua arus.
Kronologi: Abad ke-8 Masehi
Merunut Lontar Bhuwana Tattwa dan catatan tradisi Dharmayatra, perjalanan suci Maharsi Markandeya terjadi sekitar abad ke-8 Masehi—berkisar 730–750 M, semasa transisi awal peradaban Hindu klasik di Jawa. Dari Jawa Tengah—lereng Dieng atau Gunung Wukir—Markandeya bergerak ke timur: membuka hutan, membangun mandala pertapaan, menata irigasi, menanam panca datu. Sebelum ke Bali, koridor Mojowarno–Punden Tosari menjadi wilayah rintisan awal pasraman beliau. Jombang strategis karena diapit mata air subur lereng Anjasmoro.
Pura Prabhavasta Lebih Tua dari Besakih
Dengan urutan ini, Pura Prabhavasta bukan cabang Besakih. Ia pendahulunya. Mojowarno adalah titik asal. Besakih adalah kelanjutan.
Etimologi Prabhavasta
Prabhava berarti asal-mula, sumber, mata air. Asta berarti tempat bersemayam, fondasi. Prabhavasta berarti "Titik Asal-Mula Mata Air dan Fondasi Peradaban".
Kosmologi Dua Naga
Anantaboga berwujud naga raksasa penjaga perut bumi—pemangku fondasi bumi Jombang yang kaya pangan dan nutrisi vulkanik. Basuki berwujud naga bermahkota yang menjaga keselamatan serta menyucikan aliran amerta. Penampakannya terabadikan pada relief cerat Yoni Sedah. Pertemuan keduanya melambangkan Pernikahan Kosmis antara Pertiwi dan Apah.
Jantung Hidrologi Pura Prabhavasta
Petirtaan Mojowarno dan Punden Tosari adalah beji atau hulu air suci utama. Punden Tosari berada di Desa Rejoslamet—tempat penghormatan leluhur sekaligus penjaga sakralitas mata air.
Yoni Sedah berfungsi sebagai Utama Mandala pensucian dan titik penyaluran air suci Pura Prabhavasta. Watu Umpak Grobogan adalah batu-batu umpak soko guru masif yang berfungsi sebagai penancap tiang pelinggihan—tiang kayu raksasa penyangga atap tumpang Bale Agung atau Padmasana. Ini bukti fisik bahwa di Grobogan pernah berdiri bangunan suci berskala besar. Koridor Pandaan menjadi batas mandala pelindung.
📍 Baca Juga
- Candi Arimbi Bukan Milik Majapahit Tapi Medang Kamulan, Fondasi Bata Merah dan Relief Berkata Lain
- Dyah Joning Ternyata Titisan Bidadari, Buktinya Ada di Relief Girindra Prasada (Candi Arimbi) Part 5
- Bedah Relief Girindra Prasada (Candi Arimbi), Part 4: Bukan Cuma Abrahah, Medang Kamulan Juga Punya Pasukan Gajah
Pelestarian di Era Medang Kamulan dan Kahuripan
Tradisi pembukaan lahan suci ini berakar dari era Markandeya abad ke-8 M. Sistem mandala tersebut tidak ditinggalkan. Tradisi, kesucian tempat, dan ritual pemujaan air terus dirawat dan ditingkatkan skalanya secara monumental hingga era Medang di bawah Mpu Sindok, lalu Medang Kamulan dan Kahuripan pada abad ke-10–11 M. Pura Prabhavasta hidup—dirawat dari generasi ke generasi, dari era resi hingga era raja.
Kesimpulan: Pura Prabhavasta Adalah Titik Asal
Mojowarno bukan pinggiran. Ia adalah titik asal—tempat mata air memancar, tempat resi membuka lahan, tempat Pura Prabhavasta berdiri. Fondasi spiritualnya dirintis sejak abad ke-8 M, lalu dihidupkan hingga era Medang-Kahuripan.
Yoni Sedah adalah buktinya. Ia bukan batu biasa. Ia adalah fondasi peradaban—titik di mana air, batu, dan doa bertemu.
Penulis: Ananta Prabhavasta
📍 Baca Juga
- Krisis Wisata Jombang: Anjasmoro Sudah Pengap, Pohon Dijarah, Otoritas Hutan Ompong, Media Memilih Diam!
- Groundbreaking Jombang Industrial Park: Investasi Raksasa di Kabuh, Jangan Sampai Warga Cuma Jadi Penonton
- Tanah Waduk Tragal Dijadikan Bancaan PNS, Warga Kedungpapar Tuntut Sertifikat Dibatalkan!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar