PAGAR, GRIB JAYA, dan PJR Jombang Siapkan Deklarasi 10 November, Usung Persatuan dan Kondusivitas
JOMBANGASLI.COM — Tiga organisasi masyarakat (ormas) di Kabupaten Jombang—PAGAR, GRIB JAYA, dan PJR—menggelar silaturahmi dan koordinasi di kediaman Bapak BK, salah satu anggota PAGAR, di Wonosalam, Kabupaten Jombang. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, dan menjadi sinyal bahwa ketiga ormas ingin memperkuat sinergi di tingkat lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua GRIB JAYA DPC Jombang, Sigit, beserta jajaran pengurus, Ketua PJR Kabupaten Jombang, serta pengurus PAGAR. Sejumlah awak media turut hadir meliput jalannya pertemuan.
Persatuan sebagai Pesan Utama
Dalam sambutannya, BK menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari gesekan antarormas demi terciptanya situasi Jombang yang aman dan kondusif. Pesan itu disampaikan bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, gesekan antarormas di berbagai daerah menjadi perhatian serius, dan Jombang tidak sepenuhnya kebal dari potensi tersebut.
Senada dengan BK, Sigit menyatakan kesiapan GRIB JAYA untuk bersinergi dengan PAGAR dan PJR dalam kegiatan sosial serta kemasyarakatan. Pernyataan itu menegaskan bahwa ketiga ormas tidak ingin berhenti pada tataran seremonial, tetapi ingin terlibat langsung dalam kerja-kerja nyata di tengah masyarakat.
Menuju Deklarasi 10 November
Pertemuan tersebut juga membahas persiapan deklarasi bersama yang direncanakan pada 10 November 2026, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Pemilihan tanggal itu bukan tanpa makna. Hari Pahlawan adalah momentum nasional untuk mengenang perjuangan para pendahulu, dan deklarasi bersama di tanggal tersebut diharapkan menjadi penanda komitmen ketiga ormas dalam menjaga keutuhan NKRI serta kondusivitas Kabupaten Jombang.
Deklarasi ini juga menjadi sinyal bahwa PAGAR, GRIB JAYA, dan PJR ingin menempatkan diri sebagai bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Dalam konteks Jombang yang sedang menghadapi berbagai persoalan—dari krisis ekologis hingga ketegangan sosial—kehadiran ormas yang solid dan bertanggung jawab menjadi kebutuhan, bukan kemewahan.
📍 Baca Juga
- Membedah Relief Girindra Prasada (Candi Arimbi), Part 2: Cara Memperoleh Kemakmuran Ala Leluhur Medang Kamulan
- GMNI Kepung DPRD: Desak Menteri Kehutanan Mundur, Pertanyakan Nyali Wakil Rakyat Jombang soal Karhutla!
- Stafsus Wapres Moses Sowan Gus Idris Mojosongo, Minta PROGIB Tetap Solid dan Kawal Program Pemerintah
Ormas dan Wajah Jombang
Jombang dikenal sebagai kota santri, tetapi juga kota dengan dinamika ormas yang hidup. PAGAR, GRIB JAYA, dan PJR bukan nama baru di Jombang. Ketiganya memiliki basis massa dan kegiatan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, dari kegiatan sosial hingga keagamaan.
Silaturahmi di Wonosalam ini menunjukkan bahwa ketiga ormas memilih jalur dialog dan kerja sama, bukan konfrontasi. Pilihan itu penting, terutama di tengah ruang publik yang sering kali dipenuhi narasi perpecahan. Jika ormas besar bisa duduk bersama, masyarakat di bawahnya akan meniru. Sebaliknya, jika ormas besar saling berhadapan, masyarakat yang menanggung akibatnya.
Tugas Berikutnya: Membuktikan, Bukan Hanya Mendeklarasikan
Deklarasi 10 November nanti akan menjadi momen penting. Tetapi deklarasi hanyalah awal. Tugas berikutnya adalah membuktikan bahwa sinergi itu berjalan dalam kehidupan sehari-hari—di desa-desa, di pasar-pasar, dan di ruang-ruang publik Jombang.
Ketiga ormas perlu menunjukkan bahwa kerja sama mereka berdampak konkret: membantu warga yang kesulitan, mendukung program-program pemerintah daerah, dan menjadi penengah ketika terjadi perselisihan di masyarakat. Tanpa itu, deklarasi hanya akan menjadi foto bersama yang tidak meninggalkan jejak.
Kegiatan ditutup dengan berjabat tangan dan foto bersama sebagai simbol persatuan. Ketiga ormas berharap sinergi yang terjalin dapat terus diperkuat demi terciptanya Jombang yang aman, damai, dan harmonis.
Penulis: Aris
📍 Baca Juga
- Krisis Wisata Jombang: Anjasmoro Sudah Pengap, Pohon Dijarah, Otoritas Hutan Ompong, Media Memilih Diam!
- Jangan Berdebat Soal Sanskerta: Ini Bahasa Persatuan Antar-Benua, Bukan Monopoli India yang Bahkan Sudah Ditinggalkan
- Membedah Relief Girindra Prasada (Candi Arimbi) Part 1: Relief Binatang Penjaga Hutan, Wonodyakso

Tidak ada komentar:
Posting Komentar