PBNU 2026-2031 Resmi Terbentuk: Gus Kikin Pimpin, Gus Baha Wakil Rais Aam, Total 210 Pengurus
JOMBANGASLI.COM — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 resmi mengumumkan susunan kepengurusan baru. Pengumuman berlangsung di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (30/9/2026) malam. Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menegaskan jajaran pengurus baru mulai menjalankan amanah khidmah kepada umat dan masyarakat pada Kamis (1/10/2026).
"Mudah-mudahan dengan diumumkannya susunan pengurus ini, mulai besok pagi kita mulai berkhidmah," ujar Gus Kikin.
Rais Aam dan Wakil Rais Aam
KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU periode 2026–2031. Ia didampingi lima Wakil Rais Aam: KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj, dan KH Bahauddin Nur Salim (Gus Baha).
Prof. KH M Nuh dipercaya menjabat Katib Aam.
Tanfidziyah: Ketua Umum dan Jajaran
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) resmi menjabat Ketua Umum PBNU 2026–2031. Ia didampingi tujuh Wakil Ketua Umum: Drs. H. Saifullah Yusuf, Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron, Prof. H. Ganefri, Dr. Ir. H. Muhammad Lukman Edy, KH. Abdul Ghoffar Rozin, Dr. H. Juri Ardiantoro, dan H. Irfan Asy'ari Sudirman Wahid (Gus Ipang).
H. Gudfan Arif ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal PBNU, sementara Prof. Ainun Na'im menjabat Bendahara Umum.
Jumlah Pengurus Bertambah
Gus Kikin menyampaikan bahwa total pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031 berjumlah 210 orang, bertambah 21 orang dibandingkan periode sebelumnya (189 orang). Unsur Mustasyar 33 orang, Rais Aam dan Wakil Rais Aam 6 orang, jajaran Rais 31 orang, Katib Aam dan Katib 32 orang, A'wan Syuriyah 34 orang, Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum 8 orang, jajaran Ketua 26 orang, Sekjen dan Wakil Sekjen 32 orang, Bendahara Umum dan Bendahara 8 orang.
Susunan kepengurusan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan PBNU Nomor: 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia PBNU Masa Khidmah 2026–2031.
Mustasyar: Para Sesepuh dan Tokoh Senior
Jajaran Mustasyar diisi 33 tokoh, di antaranya KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Prof. Dr. KH Ma'ruf Amin, H. M. Jusuf Kalla, Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, Nyai Hj. Shinta Nuriyah A. Wahid, dan Prof. Dr. Moh. Mahfud MD.
A'wan: Tokoh Lintas Sektor
Jajaran A'wan berisi 34 nama, di antaranya Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, Khofifah Indar Parawansa, H. Nusron Wahid, H. Masduki Baidlowi, H. Herman Deru, dan H. Agustiar Sabran.
Qanun Asasi Jadi Pedoman Khidmah
Dalam pengumuman tersebut, Gus Kikin menegaskan bahwa khidmah NU kepada umat berlandaskan Qanun Asasi—dokumen yang disusun para pendiri NU (muassis) sebagai rujukan organisasi.
"Di periode ini, ada dokumen lalu yang dulu disusun Muassis, yaitu buku Qanun Asasi, menjadi rujukan NU secara keseluruhan untuk kita melaksanakan kegiatan berbasis mencari rida Allah swt," katanya.
Rais Aam: NU Miniatur Islam
KH Miftachul Akhyar menyampaikan pesan penting dalam kesempatan tersebut. Menurutnya, NU adalah miniatur Islam yang harus terus membumikan ajaran agama melalui kekuatan jamaah dan tata kelola organisasi yang baik.
"Saya yakin NU adalah miniatur Islam itu sendiri. Semua apa yang diutarakan oleh Islam, semua yang dikampanyekan oleh Islam, kalau kita ini NU ini miniaturnya," ujarnya.
Ia juga mengajak warga NU untuk aktif memberikan kritik, saran, maupun apresiasi terhadap kinerja pengurus.
Rekonsiliasi ke Daerah dalam 100 Hari
Dalam 100 hari kerja, PBNU akan melakukan rekonsiliasi ke seluruh pengurus daerah. Gus Kikin menyebut beberapa daerah menjadi skala prioritas, salah satunya Papua. Rekonsiliasi ini penting mengingat dalam proses muktamar terdapat perbedaan pilihan.
"Kita konsensolidasi, itu yang menjadi prioritas kita," kata Gus Kikin.
Bertemu Presiden Prabowo
Usai mengumumkan susunan kepengurusan, Gus Kikin bersama jajaran PBNU baru mengaku telah bertemu Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut membahas persatuan.
Kesimpulan
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, PBNU masa khidmah 2026–2031 siap menjalankan mandat organisasi serta keputusan-keputusan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Jombang. (*)
Penulis: Om Bin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar