Punden Tosari Lapisan yang Lebih Tua dari Medang Kamulan, Pura Patirtan Peninggalan Rsi Markandeya
JOMBANGASLI.COM — Di tengah sawah Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Jombang, ada sebuah punden yang tidak terlihat istimewa dari luar. Tidak ada candi. Tidak ada arca. Yang ada hanyalah enam makam dengan nisan batu andesit kotak besar. Tapi di balik kesederhanaan itu, Punden Tosari menyimpan lapisan yang lebih tua dari Medang Kamulan—jejak pura patirtan yang didirikan Rsi Markandeya.
Enam Makam yang Bukan Makam
Enam makam itu bukan makam sebenarnya. Tidak ada jenazah di dalamnya. Makam-makam itu dibuat agar situs tidak dijarah—penyamaran yang lazim dilakukan masyarakat Jawa untuk melindungi tempat suci dari pembongkaran.
Setiap makam memiliki sepasang nisan dari batu andesit kotak besar yang diambil dari struktur candi yang tertimbun di dalam tanah. Artinya, sebelum menjadi punden, tempat ini adalah bangunan suci.
Bata Medang dan Bata Modern
Di sekitar makam, batu andesit dan bata merah ditata mengelilingi. Ada bata besar—tebal dan masif, ciri era Medang. Ada juga bata kecil—tipis dan presisi, ciri modern. Dua jenis bata ini menunjukkan dua lapis waktu: lapis asli era Medang, dan lapis kemudian dari renovasi warga.
Air Berlimpah, Tapi Tidak Pernah Banjir
Punden Tosari berada di tengah sawah, dengan air bagus dan berlimpah. Tapi yang paling mengejutkan: tidak pernah sampai banjir. Jika air berlimpah tapi tidak banjir, berarti ada pengelolaan—baik alami maupun buatan. Ini konsisten dengan konsep patirtan: air dialirkan, bukan dibiarkan menggenang.
📍 Baca Juga
- Mojowarno Pernah Menjadi Lokasi Kompleks Pura Raksasa Seluas 20 Hektar, Misteri Dibalik Situs Yoni Sedah
- Candi Arimbi Bukan Milik Majapahit Tapi Medang Kamulan, Fondasi Bata Merah dan Relief Berkata Lain
- Dyah Joning Ternyata Titisan Bidadari, Buktinya Ada di Relief Girindra Prasada (Candi Arimbi) Part 5
Batas Wilayah Pura Prabhavasta
Punden Tosari bukan situs terpisah. Ia bagian dari Pura Prabhavasta—kompleks pura raksasa seluas 20 hektar yang batas wilayahnya bisa dilacak.
Situs Yoni Sedah menjadi Utama Mandala—titik pensucian dan penyaluran air suci. Situs Grobogan menyimpan Watu Umpak—batu umpak soko guru masif sebagai penancap tiang pelinggihan, bukti bangunan suci berskala besar. Punden Tosari di Rejoslamet menjadi hulu air suci. Dan Punden Pandaan menjadi batas mandala pelindung yang menghubungkan dataran subur dengan pegunungan. Keempatnya terhubung oleh jaringan air dan tata ruang sakral.
Lebih Tua dari Medang Kamulan
Bata besar di sekitar makam adalah ciri era Medang—tapi strukturnya sendiri lebih tua. Bata itu dipakai kembali dari bangunan sebelumnya. Nisan andesit dari struktur candi menunjukkan bahwa sebelum Medang, sudah ada bangunan suci. Jika Pura Prabhavasta didirikan Rsi Markandeya pada abad ke-8 M, maka Punden Tosari juga lebih tua dari Medang.
Kesimpulan
Punden Tosari bukan makam. Ia adalah titik air suci—bagian dari patirtan Pura Prabhavasta yang didirikan Rsi Markandeya, membentang dari Yoni Sedah hingga Punden Pandaan. Enam makam palsu, nisan andesit, bata Medang, dan air berlimpah yang tidak pernah banjir adalah petunjuk bahwa di tengah sawah Rejoslamet pernah berdiri kompleks suci yang lebih tua dari Medang Kamulan.
Penulis: Ananta Prabhavasta
📍 Baca Juga
- Krisis Wisata Jombang: Anjasmoro Sudah Pengap, Pohon Dijarah, Otoritas Hutan Ompong, Media Memilih Diam!
- Groundbreaking Jombang Industrial Park: Investasi Raksasa di Kabuh, Jangan Sampai Warga Cuma Jadi Penonton
- Tanah Waduk Tragal Dijadikan Bancaan PNS, Warga Kedungpapar Tuntut Sertifikat Dibatalkan!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar