Tetap Harus Jujur, Medang Kamulan Bermula dari Nganjuk Bukan Jombang, Berikut Penjelasannya!

Ilustrasi Perang Anjuk Ladang. (Foto: Istimewa)

JOMBANGASLI.COM — JOMBANG. Kita harus jujur pada sejarah. Sebelum Jombang tumbuh menjadi pusat megah peradaban Medang Kamulan, fondasi paling awal peradaban ini tidak dibangun di Tembelang atau Watugaluh, melainkan di bumi Nganjuk.

Namun, mengakui fakta ini bukan berarti mengecilkan peran Jombang. Justru sebaliknya, ini adalah cara kita memahami betapa jeniusnya strategi geopolitik dan militer Mpu Sindok saat memindahkan pusat kerajaannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada abad ke-10 Masehi.

Berikut adalah penjelasan logis mengapa Nganjuk adalah gerbang pembuka, sementara Jombang adalah puncak kejayaan Medang Kamulan.

1. Dokumen Tertulis Pertama: Prasasti Anjuk Ladang (937 M)

Bukti otentik paling awal mengenai konsolidasi kekuasaan Mpu Sindok di Jawa Timur tercatat secara eksplisit dalam Prasasti Anjuk Ladang yang ditemukan di Loceret, Nganjuk. Prasasti berangka tahun 937 Masehi ini merekam peristiwa krusial: pertempuran hebat melawan pasukan musuh yang menyerang dari arah barat (dihubungkan dengan aliansi Sriwijaya).

Warga Anjuk Ladang bertempur gigih bersama Mpu Sindok hingga meraih kemenangan mutlak (Anjuk berarti kemenangan, yang kelak menjadi cikal bakal nama Nganjuk). Sebagai wujud penghargaan, Mpu Sindok menetapkan wilayah tersebut sebagai tanah Sima (perdikan) dan mendirikan bangunan suci Jayamerta (Candi Lor). Ini adalah titik pijak awal yang secara sah mengokohkan kedaulatan Mpu Sindok di Jawa Timur.

2. Logika Militer: Amankan Benteng Barat Sebelum Membangun Keraton

Dalam analisis strategi militer kuno, seorang raja cerdas tidak mungkin langsung membangun kompleks keraton yang rumit, pusat spiritual, dan kota raja di dataran terbuka Jombang tanpa mengamankan jalur ancaman terlebih dahulu.

Nganjuk adalah gerbang alami DAS Brantas yang menjepit celah antara Pegunungan Wilis dan Pegunungan Kendeng. Membangun benteng pertahanan dan pangkalan militer (Forward Operating Base) di Loceret, Nganjuk, adalah tindakan taktis yang mutlak. Mpu Sindok terlebih dahulu menempatkan kekuatan tempurnya di Nganjuk untuk membendung dan menghancurkan setiap agresi dari barat.

Setelah Nganjuk aman dan benteng musuh berhasil dihancurkan, barulah jalur menuju timur terbuka lebar dan stabil.

3. Jombang Sebagai Puncak Megaproyek Kota Raja (Mandala Keraton)

Setelah garis pertahanan di Nganjuk kokoh, Mpu Sindok memindahkan fokusnya ke Jombang. Di sinilah letak kegeniusan sejati tata ruang Medang Kamulan. Jika Nganjuk berfungsi sebagai tameng militer (shield), maka Jombang dirancang sebagai jantung peradaban dan kota raja (heart & crown).

Di Jombang, Mpu Sindok mendirikan pusat pemerintahan (Tamwlang dan Watugaluh). Di kawasan inilah megaproyek hidroteknologi dimulai: mengelola jaringan sendang bertekanan tinggi dari akuifer Gunung Arjuno-Anjasmoro (seperti Sumberbeji dan Sendang Made), melibatkan pejabat spiritual-teknis seperti Rahyang Iwak (Prasasti Kusambyan), serta memproteksi sumber air dengan simbolisme Naga Bermahkota.

Kesimpulan

Sejarah tidak bisa dibalik. Medang Kamulan di Jawa Timur bermula dari benteng pertahanan dan kemenangan militer Mpu Sindok di Nganjuk. Namun, tanpa fondasi kemenangan di Nganjuk, Kompleks Kota Raja Medang Kamulan yang megah di Jombang tidak akan pernah berdiri dengan aman dan bertahan selama berabad-abad.

Mengetahui fakta ini membuat kita makin bangga pada kerapian strategi leluhur kita!

Penulis : Ananta Prabhavasta

Informasi dan berita terkini seputar Jombang dan sekitarnya : jombangasli.com

Lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📰 ARSIP ARTIKEL

JOMBANGASLI.COM — Media Asli Jombang Mencerahkan

    DIrgahayu Korem
    Logo PT INews Global Indonesia