DLH Jombang Bersihkan Saluran Sekunder Rejoagung II, Warga: Jangan Hangat-Hangat Tahi Ayam!
JOMBANG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang akhirnya bergerak. Bersama Dinas PUPR, BPBD, Unit Pengelola Irigasi (UPI) D.I. Siman Jombang, serta didukung Pemerintah Kecamatan Jogoroto dan tiga desa—Mayangan, Sumbermulyo, dan Ngumpul—mereka melaksanakan pembersihan Saluran Sekunder Rejoagung II, Senin (21/9/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk mengangkut sedimen dan sampah yang menumpuk di saluran. Pembersihan akan berlangsung selama beberapa hari di beberapa titik.
DLH juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah atau kotoran hewan ternak ke saluran. Para pengusaha tahu diimbau mengelola air limbah sesuai ketentuan dan tidak membuangnya langsung ke saluran atau badan air.
Tanggapan Warga: Jangan Nunggu Viral
Namun, tanggapan datang dari Joni, warga Jombang. Ia menyambut baik pembersihan ini, tetapi mengingatkan agar tidak sekadar seremonial.
"Jangan hangat-hangat tahi ayam. Harus rutin dibersihkan dan terus mengedukasi masyarakat. Jangan nunggu viral baru bertindak."
Joni menilai persoalan saluran Rejoagung II bukan hal baru. Warga sekitar sudah lama mengeluhkan bau menyengat dan sumur yang keruh.
"Kalau hanya dibersihkan sekali lalu dibiarkan, beberapa bulan lagi pasti kembali. Butuh pengawasan dan penegakan aturan yang konsisten," tambahnya.
Kata Kunci: Konsistensi
Pembersihan Saluran Sekunder Rejoagung II adalah langkah awal. Tapi tanpa pengawasan rutin dan edukasi berkelanjutan, persoalan yang sama akan berulang. Warga berharap DLH tidak hanya turun saat ada keluhan atau pemberitaan. (*)
Editor: Om Bin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar