SLHS SPPG Mangunan Dicabut Dinkes Jombang Pasca 260 Siswa SMPN 1 Kabuh Keracunan MBG

Suasana SPPG Mangunan, Kabuh, Jombang usai insiden keracunan massal. (Foto: Istimewa)

JOMBANG — Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mencabut Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Brumbung Mangunan, Kabuh, Jombang. Langkah tegas ini diambil setelah inspeksi mendadak menyusul insiden dugaan keracunan massal yang dialami 260 siswa dan guru SMP Negeri 1 Kabuh, Rabu (2/9/2026).

Kepala Dinkes Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, mengungkapkan bahwa sidak menemukan sejumlah persoalan serius dalam pengelolaan bahan pangan. Salah satunya adalah keterbatasan fasilitas alat pengukus nasi (steamer) yang tidak sebanding dengan kapasitas produksi harian SPPG yang mencapai 2.899 porsi untuk 19 sekolah.

"Kami akan evaluasi SLHS-nya secara ketat dan rigid. Pengawasan harus diperbaiki agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," tegas Hexawan.

Korban Bertambah, 260 Siswa dan Guru Terdampak

Data korban terus bertambah. Hingga Jumat (4/9/2026), total korban mencapai 260 orang. Sebanyak 10 siswa sempat menjalani rawat inap akibat lemas dan kekurangan cairan, namun sebagian besar telah diperbolehkan pulang. Saat ini, tiga siswa masih dirawat karena mual dan diare.

Menu MBG yang diduga menjadi penyebab adalah udang saus padang. Sejumlah siswa mengaku mencium bau tak sedap dari udang yang disajikan. Seorang siswi kelas IX berinisial A mengungkapkan, "Baunya enggak enak banget, udangnya." Siswa lainnya, Teofilus Darihan Prasasti, menambahkan bahwa udang tersebut berbau amis dan tidak segar.

Yang membuat kasus ini menarik, gejala keracunan tidak langsung muncul setelah konsumsi. Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, menjelaskan bahwa baru pada Kamis pagi (3/9/2026) para siswa mulai berdatangan dengan keluhan sakit perut, mual, muntah, dan diare.

📌 Data Korban

  • Total korban: 260 siswa dan guru
  • Dirawat inap: 10 siswa (3 masih dirawat)
  • Rawat jalan: 74 orang
  • Berobat mandiri: 175 orang
  • Guru terdampak: 4 orang

Temuan Dinkes: Steamer Tak Cukup dan Air Isi Ulang

Hasil inspeksi mendadak Dinkes Jombang menemukan sejumlah kejanggalan. Selain keterbatasan steamer, petugas juga mendapati penggunaan air isi ulang dari depot di sekitar lokasi yang berpotensi tidak memenuhi standar higiene.

Kepala SPPG Mangunan, Chakra Risky Fortuna, sebelumnya sempat melontarkan pernyataan kontroversial: "Udangnya sendiri waktu dimasak tidak bau. Masih segar," klaimnya. Ia juga mempertanyakan mengapa hanya SMPN 1 Kabuh yang mengalami keracunan, padahal SPPG-nya menyuplai 2.899 porsi untuk 19 sekolah.

Uji Lab dan Investigasi Berjalan

Dinkes Jombang telah mengamankan sejumlah sampel makanan — termasuk udang bumbu saus padang, capcay, nasi, buah pepaya, hingga air minum — dan mengirimkannya ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya untuk uji laboratorium.

Sementara itu, Lembaga Bantuan Hak Asasi Manusia (LBHAM) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) menutup permanen SPPG tersebut jika terbukti melanggar standar keamanan pangan. "Ini bukan persoalan sepele. Ini menyangkut keamanan dan keselamatan makanan yang dikonsumsi anak-anak," ujar Ketua LBHAM, Gus Faiz.

Kewenangan menghentikan operasional SPPG sepenuhnya berada di tangan BGN. Perwakilan BGN Jawa Timur telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Rekam Jejak Keracunan MBG di Jatim

Kasus ini menambah panjang daftar dugaan keracunan MBG di Jawa Timur. Pada 14 Agustus 2026, 17 siswa SDN Pabean, Sedati, Sidoarjo, dilarikan ke puskesmas usai menyantap menu MBG . Sementara pada 25 Agustus 2026, puluhan siswa di SMPN 5 Nganjuk juga menderita gejala serupa.

Masyarakat pun mulai mempertanyakan standar keamanan pangan dalam program yang menguras anggaran negara ini. Apakah ini sekadar kecelakaan atau ada masalah sistemik di balik program MBG? Publik menunggu hasil investigasi dan langkah tegas dari pemerintah.

Kasus ini menjadi catatan penting bagi program MBG yang digadang-gadang sebagai program unggulan nasional. Standar keamanan pangan dan higiene sanitasi tidak boleh dikorbankan demi target operasional. (*)

Editor: Om Bin

Informasi dan berita terkini seputar Jombang dan sekitarnya : jombangasli.com

Lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📰 ARSIP ARTIKEL

JOMBANGASLI.COM — Media Asli Jombang Mencerahkan

    DIrgahayu Korem
    Logo PT INews Global Indonesia