Jangan Berdebat Tembelang, Megaluh, atau Watugaluh: Seluruh Sudut Jombang Adalah Kota Raja Medang, Lebih Luas dari Majapahit
JOMBANGASLI.COM — Selama ini, para sejarawan dan pemerhati sejarah berdebat: di mana sebenarnya pusat Kerajaan Medang Kamulan? Apakah di Tamwlang (Tembelang)? Apakah di Watugaluh (Diwek)? Ataukah di Megaluh?
Perdebatan itu tidak perlu.
Karena faktanya: seluruh sudut Jombang adalah kota raja Medang. Bukan satu titik. Bukan satu kecamatan. Tapi satu kawasan besar yang mencakup hampir seluruh Kabupaten Jombang—dan lebih luas dari kompleks keraton Majapahit di Trowulan.
Medang Bukan Keraton Tunggal
Majapahit punya satu kompleks keraton di Trowulan—dikelilingi tembok, parit, dan gapura. Pusatnya jelas. Batasnya jelas. Dan luasnya terbatas.
Medang tidak seperti itu.
Medang adalah kawasan besar yang tersebar di seluruh Jombang. Setiap kecamatan punya fungsi. Setiap kawasan punya peran. Dan semuanya terhubung dalam satu sistem kerajaan agraris-maritim abad ke-10.
Mpu Sindok, pendiri Medang Kamulan di Jawa Timur, tidak membangun keraton tunggal. Ia membangun sistem kawasan—sebuah kota raja yang tersebar, dengan pembagian fungsi yang jelas.
Pembagian Kawasan Medang: Seluruh Jombang
1. Kawasan Pusat Pemerintahan
Lokasi: Diwek–Megaluh
Isi: Keraton, kedaton, balai pertemuan
Situs: Watugaluh, Batu Mbah-Mbeh, Candi Pundong
2. Kawasan Perumahan Keluarga Kerajaan
Lokasi: Megaluh
Isi: Tempat tinggal bangsawan, pejabat tinggi
3. Kawasan Keputren
Lokasi: Jogoroto–Mojowarno
Isi: Kompleks putri raja, patirtan, kamulan
Situs: Sumber Pengantin, Candi Pandegong
4. Kawasan Perumahan Prajurit
Lokasi: Peterongan
Isi: Tempat tinggal prajurit dan keluarga
Situs: Prasasti Tengaran (935 M)
5. Kawasan Militer
Lokasi: Wonosalam
Isi: Padepokan kesatria, latihan kanuragan
Situs: Gunung Kuncung, Gundukan Misterius
6. Kawasan Peternakan
Lokasi: Bareng
Isi: Peternakan kuda, hewan keraton
Situs: Dusun Jemparing
7. Kawasan Pendidikan
Lokasi: Tembelang
Isi: Kadewaguruan, tempat belajar agama dan tata negara
8. Kawasan Spiritual
Lokasi: Ngusikan–Kudu
Isi: Pertapaan, penempaan kesatria
Situs: Gunung Pucangan, Sendang Made
9. Kawasan Pertanian
Lokasi: Kudu, Gudo, Sumobito, Mojoagung
Isi: Sawah, ladang, perkebunan keraton
10. Kawasan Gudang Logistik
Lokasi: Ngoro
Isi: Penyimpanan hasil bumi, persenjataan
Situs: Sumberbeji
11. Kawasan Pengolahan Hasil Bumi
Lokasi: Kesamben
Isi: Penggilingan, pengolahan padi
Situs: Situs Ngembul
12. Kawasan Dagang
Lokasi: Ploso, Plandaan, Kabuh, Perak
Isi: Pelabuhan sungai, pasar, jalur Brantas
Lebih Luas dari Majapahit
Kompleks keraton Majapahit di Trowulan mencakup sekitar 11 km x 9 km—dan itu sudah dianggap luas.
Tapi Medang? Medang mencakup hampir seluruh Kabupaten Jombang—dari Ploso di utara hingga Wonosalam di selatan, dari Kabuh di barat hingga Bareng di timur.
Itu jauh lebih luas.
Majapahit adalah keraton tunggal. Medang adalah kota raja yang tersebar.
Mengapa Tersebar?
1. Pertahanan.
Jika pusatnya tersebar, musuh tidak bisa melumpuhkan kerajaan dalam satu serangan. Setiap kawasan bisa bertahan sendiri.
2. Ekonomi.
Setiap kawasan punya fungsi produksi. Pertanian di selatan, dagang di barat, industri di timur. Semuanya terhubung.
3. Spiritual.
Kawasan spiritual di barat daya, kawasan keputren di tengah. Semuanya punya makna kosmis.
Kesimpulan
Jangan berdebat Tembelang, Megaluh, atau Watugaluh.
Karena seluruh Jombang adalah kota raja Medang. Setiap kecamatan punya fungsi. Setiap kawasan punya peran. Dan semuanya terhubung dalam satu sistem kerajaan yang lebih luas dari Majapahit.
Medang bukan keraton tunggal. Medang adalah Jombang. (*)
Penulis: Ki Ananta Prabhavasta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar