Majapahit Besar Karena Mewarisi Nama Agung Mataram: Jombang Adalah Pusat Mataram Era Wangsa Isyana

Raden Wijaya dan Pu Sindok, dua nama yang terhubung dalam garis panjang Mataram. (Foto: Istimewa)

JOMBANGASLI.COM — Nama Majapahit terdengar menggema hingga kini. Tapi sedikit yang menyadari, kebesaran itu bukan lahir dari ruang kosong. Ia mewarisi legitimasi panjang yang berakar dari Mataram Kuno—dan pusat Mataram era Wangsa Isyana itu ada di Jombang.

Mataram yang Dipindahkan

Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Jawa Tengah mengalami perpindahan besar pada abad ke-10. Mpu Sindok, keturunan raja-raja Mataram, memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Timur pada tahun 929 Masehi. Alasan perpindahan ini diperkirakan karena faktor keamanan dan bencana alam yang melanda wilayah Jawa Tengah.

Di Jawa Timur, Mpu Sindok mendirikan dinasti baru bernama Wangsa Isyana. Namun yang penting dicatat: ini bukan kerajaan baru. Ini Mataram yang pindah. Kerajaan Medang Kamulan adalah lanjutan langsung dari Mataram Kuno.

Ibu kotanya berada di Tamwlang dan Watugaluh—keduanya di wilayah yang kini dikenal sebagai Jombang. Prasasti Turyyan (929 M) menyebut Tamwlang, sementara Prasasti Anjukladang (937 M) dan Prasasti Paradah (943 M) menyebut Watugaluh sebagai pusat pemerintahan.

Jombang, dalam arti sejarah, adalah pusat Mataram era Wangsa Isyana.

Garis yang Menghubungkan Mataram ke Majapahit

Wangsa Isyana memerintah Medang Kamulan selama kurang lebih satu abad. Dari Mpu Sindok, kekuasaan diteruskan ke Sri Isyana Tunggawijaya, lalu Sri Makutawangsawardhana, hingga Dharmawangsa Teguh.

Dari garis ini lahir Airlangga—raja yang memulihkan Dinasti Isyana setelah Pralaya Medang dan mendirikan Kerajaan Kahuripan. Airlangga kemudian membagi kerajaannya menjadi Panjalu (Kediri) dan Jenggala, dua kerajaan yang menjadi fondasi bagi kekuasaan-kekuasaan berikutnya di Jawa Timur.

Garis yang menghubungkan: Mataram (Jombang) → Isyana → Airlangga → Kediri → Singasari → Majapahit.

Panjalu atau Kediri inilah yang kemudian ditaklukkan oleh Ken Arok, yang mendirikan Singasari. Dan dari Singasari, Raden Wijaya—menantu Kertanegara—melarikan diri, membuka Hutan Tarik, dan mendirikan Majapahit pada tahun 1293.

Konsolidasi di Jawa: Meneruskan yang Sudah Ada

Setelah Majapahit berdiri, wilayah intinya mencakup Jawa Timur dan Madura. Wilayah-wilayah ini bukan hasil penaklukan baru, melainkan penerusan struktur kekuasaan yang sudah ada sejak era Singasari.

Raden Wijaya menikahi putri-putri Kertanegara dari Singasari. Lewat pernikahan itu, ia mengikat jaringan kekerabatan yang sudah menghubungkan pusat dengan daerah-daerah bawahan. Penguasa-penguasa lokal—yang sebelumnya setia pada Singasari—beralih mengakui Majapahit sebagai kelanjutan wangsa yang sama.

Legitimasi wangsa inilah yang menjadi perekat. Melalui garis Singasari yang bermuara pada Mataram, Majapahit diterima sebagai pusat oleh wilayah-wilayah yang secara historis merupakan bagian dari mandala kekuasaan Jawa Timur.

Konsolidasi ini berjalan dengan pengakuan simbolis dan struktural, bukan dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan merdeka. Daerah-daerah itu memang sudah berada dalam orbit kekuasaan Jawa sejak era Mataram dan Singasari.

Mengapa Ini Penting bagi Jombang

Jombang adalah titik di mana Mataram berpindah ke Jawa Timur. Di sinilah Mpu Sindok membangun ibu kota baru. Di sinilah Wangsa Isyana berakar. Di sinilah Airlangga—raja yang memulihkan Medang—memiliki akar keluarganya.

Ketika Majapahit mewarisi legitimasi Singasari, ia secara tidak langsung mewarisi nama agung Mataram yang mengalir dalam garis itu. Tanpa Mataram di Jombang, tidak ada Isyana. Tanpa Isyana, tidak ada Airlangga. Tanpa Airlangga, tidak ada Kediri dan Singasari. Tanpa Singasari, tidak ada Majapahit.

Sejarah adalah rangkaian yang saling terhubung. Dan Jombang adalah salah satu simpul penting dalam rangkaian itu. (*)

Penulis: Ki Ananta Prabhavasta

Informasi dan berita terkini seputar Jombang dan sekitarnya : jombangasli.com

Lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📰 ARSIP ARTIKEL

JOMBANGASLI.COM — Media Asli Jombang Mencerahkan

    DIrgahayu Korem
    Logo PT INews Global Indonesia