Cerito Medang Kamulan Digelar di Sendang Pengantin Jogoroto, Pegiat Budaya Desak Pemkab Jombang Bangun Museum Daerah
JOMBANGASLI.COM — JOGOROTO. Kabupaten Jombang yang dikenal sebagai Kota Santri ternyata juga kaya akan peninggalan sejarah dan benda-benda purbakala. Salah satu lokasi yang menyimpan jejak peradaban masa lalu adalah Situs Sendang Pengantin yang berada di wilayah Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Pada kegiatan bertajuk Cerito Medang Kamulan yang digelar di Sendang Pengantin, Jogoroto, Jombang, dari pukul 14.00 hingga 17.00, para pemerhati sejarah dan pegiat budaya Jombang menyuarakan harapan besar agar kebudayaan di Jombang semakin maju dan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Jombang Belum Punya Museum Daerah
Dalam kegiatan tersebut, Nona Nur Madina, S.M., M.SM, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang, menjelaskan panjang lebar tentang layer sejarah dan bukti-bukti apa saja yang bisa dijadikan rujukan. Ia menyampaikan dengan penuh harap:
"Ya kami sangat berharap kegiatan kebudayaan di Jombang ini semakin maju. Selain itu juga diwadahi dengan adanya museum daerah Jombang. Jombang itu belum punya museum daerah. Adapun museum dari pusat bukan dari daerah Jombang sendiri." — Nona Nur Madina, S.M., M.SM
Pernyataan ini menjadi sorotan tajam. Jombang yang memiliki sejarah panjang dari era Kerajaan Majapahit, hingga menjadi pusat peradaban Islam, ironisnya sampai hari ini belum memiliki Museum Daerah milik Pemkab Jombang sendiri.
Museum yang ada selama ini adalah museum yang dikelola oleh pihak swasta atau pusat, bukan museum daerah yang secara resmi menjadi wadah penyelamatan aset budaya milik Kabupaten Jombang.
Tinggalan Purbakala Jombang Banyak yang Lepas Keluar Daerah
Lebih lanjut Nona Nur Madina menjelaskan pentingnya keberadaan museum daerah sebagai tempat penyelamatan tinggalan sejarah.
"Dari situ tinggalan-tinggalan purbakala yang lepas dari Jombang itu bisa diwadahi dan diselamatkan atau dilindungi di sini. Dan bisa jadi cerminan, ini lho tinggalan di Jombang dan bisa menjadi edukasi buat masyarakat dan anak-anak sekolah sehingga menjadi potret Jombang yang lebih baik." — Nona Nur Madina, S.M., M.SM
Kekhawatiran ini sangat beralasan. Selama ini banyak sekali temuan benda-benda purbakala di Jombang seperti arca, yoni, lingga, prasasti, bata kuno Majapahit, hingga perhiasan kuno yang ditemukan warga di area persawahan dan sungai. Karena tidak adanya museum daerah, banyak temuan tersebut yang akhirnya dibawa keluar Jombang, disimpan di museum Trowulan Mojokerto, atau bahkan hilang diperjualbelikan secara ilegal.
Padahal jika Jombang memiliki museum daerah sendiri, semua temuan tersebut bisa diselamatkan, diinventarisir, dan menjadi kebanggaan warga Jombang.
Cara Merawat Situs dan Budaya yang Harus Dibangun
Dalam kesempatan yang sama, Fefi Irawati, juru pelihara Situs Goa Made yang mewarisi tugas dari ayahnya, Bakri, menjelaskan bagaimana seharusnya merawat situs dan acara apa saja yang harus dibudayakan di tempat situs. Ia menekankan pentingnya perawatan yang berkelanjutan dan kegiatan budaya yang rutin digelar di lokasi bersejarah tersebut.
Seni Budaya Jombang dan Peran Pemerintah
Sementara itu, Nasrull Illah, budayawan dan mantan Kasi Kebudayaan Jombang yang juga Ketua TACB Kabupaten Jombang, berbicara banyak tentang seni budaya Jombang dan peran pemerintah dalam membantu pelestarian kebudayaan. Ia menyoroti pentingnya dukungan nyata dari pemerintah daerah agar seni dan budaya Jombang tidak tergerus zaman.
Agus Prasetyo, sesepuh komunitas budaya dan sejarah Mojopahit, turut memberikan dukungan dan wawasan tentang komunitas sejarah dan budaya. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pegiat budaya semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif dari pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Sendang Pengantin Jogoroto — Potensi Wisata Sejarah dan Edukasi
Situs Sendang Pengantin Jogoroto sendiri memiliki potensi yang sangat besar. Lokasi yang terdapat mata air (sendang) kuno dan dikelilingi tembok dengan aksara Jawa kuno serta ornamen roda cakra ini diyakini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi.
Di balik tembok tersebut tertulis aksara Jawa yang masih perlu dikaji lebih dalam oleh para arkeolog. Lokasi ini jika dikelola dengan baik bisa menjadi destinasi wisata sejarah, wisata edukasi, dan wisata spiritual baru di Jombang.
Kegiatan diskusi yang dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari pemerhati budaya, akademisi, hingga warga sekitar, duduk bersama di atas tikar di bawah pohon rindang, membuktikan bahwa kepedulian terhadap sejarah Jombang masih sangat tinggi.
Harapan Warga untuk Pemkab Jombang
Warga dan pegiat budaya Jombang kini berharap penuh kepada Bapak Bupati Jombang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang untuk segera merealisasikan pembangunan Museum Daerah Jombang.
Dengan adanya museum daerah, maka:
- Peninggalan sejarah seperti di Sendang Pengantin Jogoroto bisa dilindungi secara hukum sebagai Cagar Budaya.
- Anak-anak sekolah di Jombang bisa belajar sejarah Jombang langsung dari sumbernya, tidak perlu jauh-jauh ke Mojokerto.
- Menjadi cerminan dan potret Jombang yang lebih baik sebagai kota yang berbudaya dan menghargai sejarah leluhurnya.
- Menjadi magnet wisata baru yang bisa meningkatkan ekonomi warga sekitar.
Jangan sampai Jombang yang kaya sejarah justru kehilangan jejak sejarahnya sendiri karena tidak punya wadah untuk menyimpannya.
Tim Liputan: Cruw JOMBANGasli Budaya — Jogoroto, Jombang
Editor: Om Boyok
📍 Baca Juga
- Diduga Dibalik Oknum Aparat, Gudang Oplos LPG 3 Kg Jadi Non-Subsidi di Jombang Terus Beroperasi
- Mas Bechi Kembali Masuk Lapas Malang, SK Pembebasan Bersyarat Dicabut
- Bau Menyengat ke SMPN 4 Jombang, Massa PAGAR Kepung PT JPN
- Dugaan Praktik Pengoplosan LPG Bersubsidi Beroperasi di Jombang, Tim Media Sempat Mendapat Intervensi
- Gugatan Warga di Setujui, Pabrik Mainan di Mancar Jombang Diminta Geser IPAL

Tidak ada komentar:
Posting Komentar